
GIRLSBEAUTY. Jika dulu rak skincare dipenuhi nama-nama berbau Korea, kini situasinya mulai berubah. Anak-anak muda Indonesia, terutama Gen Z, mulai melirik dan bahkan jatuh hati pada produk-produk perawatan kulit lokal. Tren ini bukan sekadar euforia sesaat, melainkan pergeseran pola pikir dan selera yang mencerminkan kepercayaan diri baru terhadap kualitas karya anak bangsa.
Hal ini tercermin dari hasil riset terbaru Populix dalam laporan berjudul “The Rise of Local Skincare: Navigating Trends and Preferences in Indonesia’s Beauty Industry”. Dari ratusan responden yang mayoritas berusia 18–25 tahun, lebih dari 70% mengaku lebih percaya menggunakan produk lokal ketimbang skincare impor, termasuk dari Korea Selatan.
Kenapa Skincare Lokal Sekarang Lebih Dilirik?
Perubahan preferensi ini tentu bukan tanpa alasan. Ada sejumlah faktor kunci yang menjadikan produk lokal unggul dimata konsumen muda:
- Formulasi yang Sesuai dengan Kulit Tropis
Produk lokal diracik dengan mempertimbangkan kondisi kulit masyarakat Indonesia yang hidup diiklim panas dan lembap. Jadi, jangan heran kalau produk lokal terasa lebih nyaman dikulit sehari-hari. - Harga Bersahabat
Budget mahasiswa? Tenang. Skincare lokal hadir dengan rentang harga yang ramah dikantong, tanpa mengorbankan kualitas. Kombinasi ini jelas jadi magnet kuat bagi generasi muda. - Gampang Didapat
E-commerce, marketplace, hingga mini market tersedia produk lokal kini bisa ditemukan dimana saja. Tak hanya mudah dijangkau, tampilannya pun makin estetik dan kekinian.
Produk yang Paling Sering Dipakai
Menurut survei Populix, berikut adalah lima jenis skincare lokal yang paling banyak dipakai para responden:
- Facial wash – digunakan oleh 72% responden
- Serum wajah – 64%
- Pelembap (moisturizer) – 60%
- Toner – 51%
- Sunscreen – 49%
Beberapa merek lokal seperti Somethinc, Avoskin, Skintific, dan Emina mendominasi daftar pilihan. Tak hanya menyediakan produk sesuai kebutuhan kulit, mereka juga cakap dalam membangun komunikasi dengan konsumen muda melalui media sosial.
Fakta Menarik dari Dunia Skincare Lokal
- 71% responden lebih memilih skincare lokal dibanding produk Korea.
- Mayoritas pengguna adalah perempuan usia 18–25 tahun.
- Sekitar 56% responden mulai menggunakan skincare secara rutin sejak masa pandemi.
Pandemi COVID-19 rupanya menjadi titik balik kesadaran banyak orang terhadap pentingnya merawat kulit, yang kemudian membuka jalan bagi popularitas produk lokal.

Dari Lokal, untuk Kulit Indonesia
Kini, skincare lokal tak lagi dipandang sebelah mata. Ia hadir bukan hanya sebagai alternatif, tetapi sebagai pilihan utama. Semakin banyak brand dalam negeri yang membuktikan bahwa kualitas tinggi tak selalu datang dari luar. Dengan inovasi, kepekaan terhadap pasar, dan semangat mendukung sesama, skincare lokal telah menemukan tempat istimewa di hati konsumen muda Indonesia.
Jadi, kenapa harus jauh-jauh? Mulai sekarang, percayakan perawatan kulitmu pada produk buatan bangsa sendiri karena yang lokal juga bisa juara!
Tinggalkan komentar