GIRLSBEAUTY. Di era media sosial, tidak sulit menemukan tips perawatan wajah yang viral. Sayangnya, tidak semua yang populer itu benar-benar baik untuk kulit. Bahkan, beberapa diantaranya justru berisiko merusak kulit secara perlahan.

Dr. Anjali Mahto, seorang dermatolog ternama dari Inggris, menyampaikan kekhawatirannya terhadap tiga tren skincare yang ramai di TikTok dan Instagram, namun secara medis tidak terbukti efektif dan cenderung membahayakan.

Lemak Sapi Dijadikan Pelembap

Siapa sangka, tren menggunakan lemak sapi (tallow) sebagai pelembap wajah kini tengah ramai diperbincangkan. Sebagian warganet percaya bahwa bahan ini mampu memberi kelembapan alami bagi kulit. Namun, menurut Dr. Mahto, tren ini tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Lemak sapi berpotensi menyumbat pori-pori dan justru memperparah kondisi kulit, terutama bagi mereka yang berjerawat atau memiliki kulit sensitif. Intinya Jangan tergoda hanya karena embel-embel “alami”. Kulit bukan alat eksperimen.

Masker Kolagen yang Bisa Dikelupas

Masker kolagen peel-off memang terlihat memukau saat dipakai. Namun, jangan terkecoh dengan efek instan yang ditawarkan. Dr. Mahto menjelaskan bahwa molekul kolagen terlalu besar untuk diserap langsung oleh kulit dari luar. Jadi, meskipun masker ini memberi efek segar sesaat, tidak ada dampak signifikan bagi kesehatan kulit jangka panjang. Hanya efek sementara yang tak menjawab kebutuhan kulitmu sebenarnya.

Terapi Es Batu dan Alat Dingin Mahal

Menggosokkan es batu di wajah atau memakai alat pendingin berharga fantastis sudah menjadi kebiasaan sebagian beauty enthusiast. Harapannya wajah tampak lebih segar dan bengkak berkurang. Namun faktanya, manfaat dingin hanya bersifat sementara dan terbatas, seperti meredakan kemerahan atau mata sembap. Ia tidak memberi efek perawatan menyeluruh seperti yang dijanjikan dalam video promosi. Kadang sensasi itu cuma ilusi.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Dr. Mahto menyarankan untuk kembali ke prinsip perawatan kulit yang sederhana dan berbasis sains:

  • Cuci wajah secara rutin
  • Gunakan pelembap yang sesuai
  • Jangan lupakan sunscreen setiap hari
  • Dan tentu saja, pilih produk yang sudah teruji dermatologis

Lebih baik memiliki rutinitas yang terstruktur dan terbukti aman, daripada mengikuti tren instan yang hanya menarik secara visual.

Konsumen Kini Lebih Cerdas

Kabar baiknya, generasi muda, terutama Gen Z dan milenial, kini semakin selektif. Menurut riset terbaru, sebanyak 26% dari mereka mulai mempertimbangkan keamanan dan efektivitas bahan dalam produk skincare, bukan sekadar mengikuti popularitas online. Itu artinya, kesadaran sudah tumbuh tinggal bagaimana kita menjaganya.

Kulitmu Tak Butuh Tren, Tapi Butuh Perhatian

Viral bukan berarti benar. Kulit wajah adalah bagian tubuh yang sensitif dan tidak bisa diperlakukan sembarangan. Memilih skincare bukan tentang ikut-ikutan, tapi tentang memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh kulitmu sendiri. Alih-alih mengejar hasil instan, mari lebih bijak dalam merawat diri karena kulit sehat bukan hasil dari eksperimen viral, tapi dari kebiasaan yang konsisten dan aman.

Posted in

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai