GIRLSBEAUTY. Merawat kulit adalah bagian dari rutinitas yang dianggap menenangkan dan menyenangkan. Wajah bersih, kulit lembap, dan aroma segar dari skincare atau makeup favorit seolah memberi kepercayaan diri tambahan. Namun, tahukah Anda bahwa ada sejumlah bahan tersembunyi dalam produk-produk tersebut yang patut diwaspadai karena berpotensi meningkatkan risiko kanker?

Ya, di balik kemasan cantik dan klaim “alami” atau “dermatologically tested”, beberapa bahan kimia ternyata menyimpan sisi gelap yang tak semua orang sadari.

  • Paraben – Si Penjaga Kesegaran yang Kontroversial
    Paraben biasa digunakan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur dalam produk kosmetik. Masalahnya, zat ini bisa meniru hormon estrogen dalam tubuh. Ketidakseimbangan estrogen dalam jangka panjang disebut-sebut berpotensi memicu perkembangan sel kanker, terutama pada jaringan payudara. Meski belum terbukti secara mutlak pada manusia, kekhawatiran ini cukup untuk mendorong banyak produsen mulai mencari alternatif pengawet lain.
  • Phthalates – Pewangi yang Tak Tercium Bahayanya
    Anda suka aroma lembut dari body lotion atau lipstik yang Anda gunakan? Mungkin itu karena phthalates. Zat ini umum ditemukan dalam produk beraroma. Tapi sayangnya, ia termasuk dalam kelompok endocrine disruptor—pengganggu hormon yang diduga bisa memengaruhi sistem reproduksi dan berisiko memicu kanker. Ironisnya, sering kali kandungan ini tak tertulis di label karena hanya disebut sebagai “fragrance” atau “parfum”.
  • Formaldehida – Senyawa Pengawet dengan Reputasi Buruk
    Formaldehida mungkin lebih dikenal sebagai bahan pengawet biologis, tapi zat ini juga sering ditemukan dalam produk pelurus rambut, cat kuku, dan lem bulu mata palsu. Dalam dunia medis, formaldehida telah dikategorikan sebagai karsinogen oleh berbagai lembaga kesehatan karena kaitannya dengan kanker darah seperti leukemia.
  • Benzena – Tak Terlihat, Tapi Sangat Berisiko
    Benzena adalah bahan kimia industri yang tak sengaja bisa mencemari produk kosmetik selama proses produksi. Beberapa produk tabir surya, dry shampoo, atau deodorant semprot dilaporkan mengandung jejak benzena. Padahal, benzena dikenal luas sebagai pemicu kanker, terutama kanker darah.
  • Mineral Oil Tak Dimurnikan – Lembut di Kulit, Berisiko di Dalam
    Minyak mineral banyak digunakan karena sifatnya yang melembapkan dan menciptakan penghalang kulit. Namun, jika tidak melalui proses pemurnian yang benar, minyak ini bisa mengandung senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) yang bersifat karsinogenik. Inilah mengapa penting memilih produk dengan bahan yang telah melalui proses pemurnian sesuai standar keamanan.
  • Etilen Oksida – Kontaminan dari Proses Produksi
    Zat ini biasanya muncul sebagai hasil samping dari proses pembuatan bahan berbasis etoksilat. Meski bukan bahan aktif dalam produk, etilen oksida bisa masuk sebagai kontaminan dan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker limfoma dan leukemia. Keberadaannya sangat sulit dilacak oleh konsumen biasa.
  • Triclosan – Musuh Bakteri yang Tak Ramah Tubuh
    Digunakan sebagai zat antibakteri dalam sabun, pasta gigi, dan deodorant, triclosan sebenarnya sempat populer karena efektivitasnya. Namun seiring waktu, banyak studi menemukan bahwa zat ini bisa mengganggu fungsi hormon dan bahkan berpotensi memicu pertumbuhan sel kanker. Bahkan FDA di Amerika Serikat telah membatasi penggunaannya dalam sabun.

Jadi, Apa yang Bisa Kita Lakukan?

Tidak semua bahan kimia berbahaya secara langsung atau dalam kadar kecil. Namun, akumulasi jangka Panjang ditambah dengan paparan dari berbagai produk setiap hari dapat menjadi perhatian serius. Berikut beberapa langkah yang bisa Anda ambil:

  • Baca label dengan saksama. Hindari produk yang mencantumkan paraben, phthalates, atau triclosan.
  • Pilih produk dengan label ‘non-toxic’ atau ‘bebas paraben dan pewangi buatan’.
  • Gunakan produk bersertifikat BPOM atau memiliki sertifikasi organik.
  • Berikan jeda pada kulit. Tak harus selalu terpapar riasan setiap hari.
  • Gunakan aplikasi pengecek bahan skincare seperti Yuka, EWG, atau SkinCarisma.

Kecantikan Sehat adalah Investasi Jangka Panjang

Menjadi cantik tidak harus mengorbankan kesehatan. Pengetahuan tentang kandungan dalam skincare dan kosmetik adalah bentuk perlindungan diri. Karena pada akhirnya, kulit yang sehat dan tubuh yang kuat adalah dasar dari kecantikan sejati.

Posted in

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai