GIRLSBEAUTY. Jerawat merupakan masalah kulit yang kerap menghantui banyak orang, baik remaja maupun orang dewasa. Kehadirannya seringkali menurunkan rasa percaya diri, apalagi jika muncul dalam jumlah banyak atau meninggalkan bekas hitam di wajah. Banyak yang akhirnya mencoba berbagai produk skincare secara bersamaan dengan harapan jerawat cepat sembuh. Sayangnya, menurut para dokter kulit, langkah tersebut justru berisiko memperburuk kondisi kulit.

Kunci utama merawat kulit berjerawat bukanlah banyaknya produk yang digunakan, melainkan bagaimana seseorang memahami kebutuhan kulitnya dan memilih produk yang sesuai. Dengan strategi yang tepat, jerawat bisa lebih terkendali tanpa harus membuat kulit iritasi.

Kenapa Jangan Asal Pakai Banyak Produk?

Dokter kulit Margarita Lolis, MD, menekankan bahwa penggunaan terlalu banyak bahan aktif sekaligus, seperti retinoid, AHA, BHA, hingga benzoyl peroxide, dapat membuat kulit iritasi. Gejala yang sering muncul adalah kulit mengelupas, kemerahan, terasa perih, bahkan jerawat yang semakin parah.

Kulit membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Bayangkan kulit seperti tanaman: bila disiram terlalu banyak air atau diberi pupuk berlebihan, alih-alih tumbuh subur, tanaman tersebut bisa rusak. Begitu pula kulit wajah ia hanya memerlukan nutrisi yang cukup, bukan perlakuan berlebihan.

Tiga Pondasi Dasar Perawatan Kulit Berjerawat

Sebelum beralih ke serum dengan kandungan aktif atau produk mahal, ada tiga tahapan dasar yang sangat penting dan sebaiknya tidak dilewatkan:

  1. Pembersih Wajah (Cleanser)
    Membersihkan wajah dua kali sehari adalah langkah pertama yang wajib dilakukan. Pilihlah sabun wajah yang lembut, bebas alkohol, dan tidak membuat kulit terasa kering ketarik. Bagi yang sering memakai makeup atau sunscreen tebal, disarankan melakukan double cleansing menggunakan cleansing oil atau micellar water terlebih dahulu sebelum mencuci wajah dengan sabun.
  2. Pelembap (Moisturizer)
    Banyak yang keliru menganggap kulit berjerawat tidak butuh pelembap. Padahal, hidrasi yang cukup dapat menjaga skin barrier tetap sehat. Gunakan pelembap ringan, non-komedogenik, dan kaya akan bahan pelembap seperti hyaluronic acid, glycerin, atau squalane. Kulit yang terhidrasi baik justru lebih kuat melawan peradangan jerawat.
  3. Tabir Surya (Sunscreen)
    Sunscreen adalah pelindung utama dari sinar UV yang bisa memperburuk bekas jerawat. Radiasi matahari dapat membuat noda hitam akibat jerawat bertahan lebih lama. Gunakan sunscreen dengan minimal SPF 30 setiap pagi, bahkan saat mendung atau beraktivitas di dalam ruangan.

Bahan Aktif yang Bisa Membantu Mengatasi Jerawat

Setelah tiga pondasi dasar di atas berjalan konsisten, barulah bisa ditambahkan produk dengan kandungan aktif tertentu. Namun ingat, mulailah satu per satu agar kulit bisa menyesuaikan diri.

  • Salicylic Acid (BHA)
    Berfungsi membersihkan pori-pori yang tersumbat, mengangkat sel kulit mati, serta mengurangi produksi minyak berlebih. Cocok untuk jerawat komedo atau kulit berminyak.
  • Benzoyl Peroxide
    Mampu membunuh bakteri penyebab jerawat dan mengurangi peradangan. Biasanya digunakan untuk jerawat meradang, namun efek sampingnya bisa membuat kulit kering sehingga perlu dibarengi pelembap.
  • Retinoid / Retinol
    Membantu mempercepat regenerasi kulit, mencegah penyumbatan pori-pori, sekaligus mengurangi risiko munculnya jerawat baru. Digunakan pada malam hari dan wajib diimbangi dengan sunscreen di pagi hari.

Tips Agar Skincare untuk Kulit Berjerawat Efektif

  • Gunakan produk secara bertahap. Jangan tergoda untuk langsung memakai semua bahan aktif sekaligus.
  • Perhatikan reaksi kulit. Bila muncul iritasi, kurangi frekuensi pemakaian atau hentikan sementara.
  • Konsistensi lebih penting daripada jumlah produk. Rangkaian sederhana yang dilakukan rutin jauh lebih bermanfaat daripada skincare rumit yang tidak konsisten.
  • Sesuaikan dengan jenis jerawat. Misalnya, jerawat meradang lebih cocok dengan benzoyl peroxide, sedangkan jerawat komedoan bisa terbantu dengan salicylic acid.
  • Konsultasi bila jerawat parah. Jika jerawat terus muncul dan menimbulkan bekas dalam, lebih baik berkonsultasi ke dokter kulit untuk mendapat penanganan medis yang lebih tepat.

Kesimpulan

Perawatan kulit berjerawat tidak selalu harus rumit atau mahal. Menurut dokter kulit, yang terpenting adalah menjalankan tiga langkah dasar: membersihkan wajah, menjaga kelembapan, dan melindungi kulit dari sinar matahari. Setelah itu, barulah bahan aktif seperti salicylic acid, benzoyl peroxide, dan retinoid bisa digunakan secara bertahap sesuai kebutuhan kulit.

Kuncinya adalah kesabaran dan konsistensi. Dengan perawatan yang tepat, jerawat bisa lebih terkendali, bekasnya dapat memudar, dan kulit tetap sehat tanpa harus melalui proses yang menyakitkan.

Posted in

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai