GIRLSBEAUTY. Tren kulit glowing atau berkilau seolah menjadi standar baru kecantikan di media sosial. Dari Instagram hingga TikTok, wajah mulus dan bercahaya kerap dijadikan tolak ukur “cantik”. Tidak heran jika banyak orang berlomba-lomba meniru rutinitas skincare para influencer dengan harapan mendapatkan hasil serupa.

Namun, di balik tren tersebut, ada sebuah fenomena yang mulai diperhatikan oleh para ahli kulit, yaitu “Glow Trap”. Istilah ini merujuk pada jebakan obsesi memiliki kulit glowing hingga akhirnya justru merusak kondisi kulit. Apa sebenarnya glow trap itu, mengapa bisa berbahaya, dan bagaimana cara menghindarinya?

Apa Itu Glow Trap?

Glow trap adalah kondisi ketika seseorang terjebak dalam rutinitas skincare yang berlebihan demi mencapai kulit berkilau. Banyak orang menganggap bahwa semakin banyak produk aktif yang digunakan, semakin cepat hasil glowing bisa terlihat. Akibatnya, tidak sedikit yang mencampur berbagai jenis bahan aktif sekaligus mulai dari retinol, vitamin C, glycolic acid, hingga eksfolian keras tanpa memperhatikan efek samping yang mungkin timbul.

Menurut Dr. Sandy Skotnicki, seorang dokter kulit asal Amerika Serikat, tren ini kini menjadi masalah baru di kalangan pasien muda. Banyak dari mereka datang dengan keluhan kulit kemerahan, perih, bahkan rusak akibat penggunaan skincare yang tidak sesuai aturan.

Mengapa Glow Trap Bisa Membahayakan?

Obsesi pada glowing skin membuat banyak orang mengabaikan prinsip dasar perawatan kulit: kulit butuh keseimbangan, bukan sekadar kilau instan.

Beberapa risiko yang sering muncul akibat glow trap antara lain:

  • Iritasi Kulit
    Kulit menjadi merah, terasa terbakar, atau perih akibat terlalu banyak menggunakan bahan aktif sekaligus.
  • Kerusakan Skin Barrier
    Lapisan pelindung alami kulit yang berfungsi menahan kelembapan dan melindungi dari polusi bisa rusak. Jika skin barrier terganggu, kulit jadi lebih sensitif dan rentan berjerawat maupun mengalami eksim.
  • Hasil Tidak Sesuai Harapan
    Alih-alih glowing, kulit justru terlihat kusam, penuh noda merah, atau bahkan berjerawat karena produk-produk aktif saling bertabrakan efeknya.

Mengapa Banyak Orang Terjebak Glow Trap?

Ada beberapa alasan mengapa glow trap begitu mudah menjebak banyak orang, terutama generasi muda:

  • Pengaruh Media Sosial
    Konten yang menampilkan wajah glowing sempurna seolah menjadi standar kecantikan baru. Influencer sering menampilkan hasil akhir yang indah, tanpa menjelaskan proses panjang, uji coba, atau bahkan risiko yang ada.
  • Akses Mudah ke Produk Aktif
    Kini, serum vitamin C, retinol, AHA, hingga BHA bisa dibeli dengan mudah secara online. Tanpa edukasi yang tepat, orang cenderung asal mencoba produk baru yang sedang tren.
  • Kurangnya Pengetahuan Dasar
    Tidak semua orang memahami bahwa setiap jenis kulit memiliki kebutuhan berbeda. Kombinasi skincare yang cocok untuk satu orang belum tentu aman untuk orang lain.

Tanda-Tanda Kamu Sudah Terjebak Glow Trap

Mungkin kamu bertanya-tanya, bagaimana cara mengetahui apakah rutinitas skincare sudah terlalu berlebihan? Beberapa tanda berikut bisa menjadi alarm:

  • Kulit terasa panas atau perih setelah mengoleskan produk.
  • Muncul kemerahan atau ruam kecil di area wajah.
  • Kulit mengelupas lebih cepat dari biasanya.
  • Sensasi kering atau ketarik meskipun sudah menggunakan pelembap.
  • Produk yang biasanya aman tiba-tiba menimbulkan reaksi negatif.

Jika tanda-tanda ini muncul, ada kemungkinan kulitmu sudah mengalami over-exfoliation atau kerusakan barrier akibat glow trap.

Cara Aman Merawat Kulit Tanpa Terjebak Glow Trap

Berikut beberapa langkah praktis yang direkomendasikan dokter kulit untuk tetap mendapatkan kulit sehat tanpa risiko:

  • Mulai dari Dasar
    Pembersih wajah lembut, pelembap, dan sunscreen adalah tiga produk utama yang wajib dipakai. Ketiganya sudah cukup untuk menjaga kesehatan kulit sehari-hari.
  • Gunakan Produk Aktif Secara Bertahap
    Jangan langsung memakai banyak bahan aktif sekaligus. Mulailah dengan satu produk, gunakan beberapa minggu, lalu evaluasi. Jika aman, barulah coba tambahkan produk lain.
  • Praktikkan “Skin Cycling”
    Metode ini melibatkan penggunaan produk aktif pada hari tertentu, lalu memberikan waktu istirahat pada kulit dengan produk dasar di hari berikutnya. Misalnya, malam pertama pakai retinol, malam kedua eksfolian, dan malam ketiga fokus hidrasi.
  • Kurangi Produk dengan Pewangi atau Essential Oil
    Produk beraroma wangi memang menyenangkan, tapi bisa memicu iritasi, terutama jika kulit sudah sensitif akibat penggunaan bahan aktif.
  • Selalu Uji Coba Produk Baru
    Sebelum mengoleskan produk ke seluruh wajah, cobalah di area kecil terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi negatif.

Memilih Glow yang Sehat, Bukan Glow Sementara

Kulit glowing yang sehat seharusnya datang dari kombinasi gaya hidup seimbang cukup tidur, minum air putih, makan bergizi, serta perawatan dasar yang konsisten. Produk skincare aktif memang bisa membantu, tapi bukan satu-satunya faktor.

Ingat, glowing sejati bukan hanya soal tampilan luar, melainkan juga bagaimana kulit berfungsi dengan baik sebagai pelindung tubuh. Jadi, jangan sampai tergoda kilau instan ala influencer, lalu mengorbankan kesehatan kulit jangka panjang.

Kesimpulan

Fenomena glow trap adalah pengingat bahwa tren kecantikan tidak selalu sejalan dengan kesehatan. Obsesi pada kulit glowing bisa berujung masalah serius bila dilakukan tanpa pemahaman yang tepat.

Dengan kembali ke prinsip dasar skincare, menggunakan bahan aktif secara bijak, serta mendengarkan kebutuhan kulit sendiri, kamu bisa tetap memiliki kulit sehat sekaligus mencegah jebakan glow trap.

Karena pada akhirnya, kulit yang sehat adalah kecantikan yang sesungguhnya dan itu jauh lebih berharga daripada sekadar kilau sesaat.

Posted in

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai