• GIRLSBEAUTY. Setiap orang tentu mendambakan kulit wajah yang halus dan sehat. Namun, kadang muncul masalah kecil yang cukup mengganggu, salah satunya adalah milia. Milia berupa bintik putih berukuran kecil yang biasanya muncul di area wajah, terutama di pipi, hidung, atau sekitar mata. Sekilas tampak mirip jerawat, tetapi sebenarnya berbeda.

    Milia terbentuk ketika keratin (protein alami kulit) atau sel-sel kulit mati terperangkap di bawah permukaan kulit. Kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit dan umumnya tidak berbahaya. Namun, banyak orang merasa kurang percaya diri karena tekstur kulit terlihat tidak rata. Berbeda dengan jerawat yang kadang hilang dengan sendirinya, milia sering bertahan lama, terutama pada orang dewasa.

    Kabar baiknya, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi milia dengan cara aman, alami, dan minim risiko. Berikut adalah tujuh langkah yang bisa menjadi panduan perawatan harian maupun mingguan untuk membantu kulit terbebas dari milia.

    Jangan Pernah Memencet Milia

    Godaan terbesar saat melihat bintik putih di wajah adalah memencet atau mengorek dengan harapan milia bisa cepat hilang. Sayangnya, cara ini justru bisa menimbulkan masalah baru. Memencet milia berisiko menyebabkan iritasi, infeksi, hingga bekas luka permanen.

    Berbeda dengan komedo atau jerawat, milia terletak lebih dalam di bawah lapisan kulit, sehingga tidak mudah keluar hanya dengan tekanan jari. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah menahan diri. Biarkan kulit pulih secara alami atau konsultasikan ke dokter kulit bila milia terasa mengganggu.

    Bersihkan Wajah dengan Sabun Lembut

    Rutinitas membersihkan wajah sangat berpengaruh pada kesehatan kulit. Gunakan sabun wajah yang lembut, bebas deterjen keras, dan tidak mengandung paraben. Pilih pembersih yang mampu mengangkat kotoran tanpa menghilangkan kelembapan alami kulit.

    Setelah mencuci wajah, keringkan dengan menepuk perlahan menggunakan handuk bersih, bukan menggosok. Cara ini membantu mencegah iritasi, menjaga skin barrier tetap sehat, sekaligus mengurangi potensi terbentuknya milia baru.

    Uap Hangat untuk Membuka Pori

    Salah satu perawatan sederhana yang bisa dilakukan di rumah adalah steam wajah atau terapi uap hangat. Caranya mudah: siapkan wadah berisi air panas, lalu hadapkan wajah ke arah uap selama sekitar 5–8 menit.

    Manfaat dari langkah ini adalah membantu membuka pori-pori, melunakkan kotoran dan sel kulit mati, sehingga lebih mudah dibersihkan. Setelah selesai, bilas wajah dengan air hangat agar kotoran benar-benar terangkat, kemudian akhiri dengan air dingin untuk menutup kembali pori-pori.

    Lakukan Eksfoliasi Secara Teratur

    Eksfoliasi berfungsi mengangkat sel kulit mati yang menjadi salah satu penyebab milia. Namun, cara ini perlu dilakukan dengan hati-hati. Pilih produk eksfoliasi yang lembut, misalnya yang mengandung asam salisilat, asam glikolat, atau asam sitrat.

    Lakukan eksfoliasi maksimal satu kali dalam seminggu. Eksfoliasi terlalu sering justru dapat menipiskan lapisan pelindung kulit, membuatnya lebih rentan terhadap iritasi. Dengan eksfoliasi yang tepat, kulit akan lebih cerah, halus, dan peluang munculnya milia dapat berkurang.

    Gunakan Facial Peel atau Scrub Ringan

    Selain eksfoliasi, kamu juga bisa mencoba facial peel atau scrub ringan untuk membantu memperbarui lapisan kulit. Pilih produk dengan formula lembut agar tidak merusak jaringan kulit halus di wajah.

    Bagi pemilik kulit sensitif, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter kulit sebelum mencoba perawatan ini. Dengan pemilihan produk yang tepat, facial peel dan scrub dapat membantu mengurangi penumpukan keratin yang memicu milia.

    Manfaatkan Retinoid untuk Regenerasi Kulit

    Produk skincare yang mengandung retinoid (turunan vitamin A) dikenal efektif mempercepat regenerasi sel kulit. Dengan pemakaian teratur, retinoid dapat mencegah penumpukan sel kulit mati sekaligus membantu meratakan tekstur wajah.

    Namun, perlu diperhatikan bahwa retinoid membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Karena itu, pemakaian wajib dibarengi dengan sunscreen setiap pagi dan siang. Jika digunakan dengan benar, retinoid bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi munculnya milia.

    Jangan Lupakan Sunscreen

    Perlindungan kulit dari sinar UV adalah bagian penting yang sering diabaikan. Paparan sinar matahari berlebih dapat merusak kulit, menebalkan lapisan luar, dan meningkatkan risiko milia.

    Gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap hari, bahkan ketika cuaca mendung. Pilih sunscreen berbahan mineral yang lebih ramah untuk kulit sensitif dan tidak menyumbat pori-pori. Selain mencegah milia, sunscreen juga menjaga kulit tetap sehat, lembap, dan terlindungi dari tanda-tanda penuaan dini.

    Tips Tambahan untuk Perawatan Alami

    Selain tujuh langkah utama di atas, beberapa bahan alami juga bisa membantu mendukung kesehatan kulit, seperti:

    • Madu manuka: bersifat antibakteri sekaligus melembapkan.
    • Air mawar: menenangkan kulit iritasi dan memberikan sensasi segar.
    • Lidah buaya: kaya akan antioksidan dan membantu memperbaiki tekstur kulit.
    • Meski alami, tetap lakukan uji coba di area kecil kulit terlebih dahulu untuk memastikan tidak ada reaksi alergi.

    Kesimpulan

    Milia memang bukan kondisi berbahaya, tetapi sering kali membuat penampilan kurang maksimal. Untungnya, dengan perawatan yang sabar, konsisten, dan tepat, milia dapat berkurang atau bahkan hilang.

    Hindari kebiasaan memencet, rawat kulit dengan pembersih lembut, lakukan eksfoliasi teratur, manfaatkan uap hangat, dan lindungi wajah dengan sunscreen. Bila milia tak kunjung hilang, konsultasi dengan dokter kulit adalah langkah terbaik.

    Ingat, kulit yang sehat bukan hanya tentang penampilan, tetapi juga cerminan gaya hidup dan kepedulian kita pada diri sendiri. Dengan langkah yang tepat, wajah bersih dan percaya diri bukan lagi sekadar harapan, melainkan kenyataan.

  • GIRLSBEAUTY. Jerawat bukan hanya masalah kulit semata, melainkan juga persoalan yang bisa memengaruhi rasa percaya diri seseorang. Dari sekian banyak jenis jerawat, jerawat hormonal sering kali menjadi yang paling membandel. Bagi sebagian orang, jerawat jenis ini seakan hadir tanpa undangan, sulit dihindari, dan lebih lama hilangnya dibanding jerawat biasa. Lalu, sebenarnya berapa lama jerawat hormonal bisa sembuh? Apakah ada cara agar proses penyembuhannya lebih cepat? Mari kita bahas lebih dalam berdasarkan penjelasan medis dari dokter kulit.

    Apa Itu Jerawat Hormonal?

    Sesuai namanya, jerawat hormonal muncul karena adanya pengaruh ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Kondisi ini umumnya terjadi pada beberapa fase kehidupan, seperti masa pubertas, siklus menstruasi, kehamilan, hingga periode stres yang berat.

    Saat hormon dalam tubuh, khususnya hormon androgen (misalnya testosteron), meningkat, produksi minyak alami atau sebum di kulit pun ikut melonjak. Sebum berlebih kemudian bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri, yang akhirnya menyumbat pori-pori. Dari sinilah jerawat hormonal mulai terbentuk.

    Berbeda dari jerawat biasa yang bisa muncul di area mana saja, jerawat hormonal cenderung memiliki pola tertentu. Pada orang dewasa, jerawat biasanya muncul di sekitar dagu dan garis rahang. Sedangkan pada remaja, jerawat hormonal lebih sering terlihat di zona-T, yaitu dahi, hidung, dan dagu.

    Ciri-Ciri Jerawat Hormonal

    Salah satu alasan kenapa jerawat hormonal terasa sulit diatasi adalah karena sifatnya yang berulang. Artinya, jerawat ini bisa saja muncul lagi di area yang sama meski sebelumnya sudah hilang. Dari sisi tampilan, jerawat hormonal bisa berupa:

    • Komedo (hitam maupun putih)
    • Papula (benjolan merah yang meradang)
    • Pustula (jerawat berisi nanah)
    • Benjolan yang lebih dalam dan menyakitkan

    Jika dibiarkan tanpa perawatan, jerawat hormonal bukan hanya meninggalkan rasa nyeri, tetapi juga bisa menimbulkan bekas permanen seperti noda kehitaman atau bahkan jaringan parut.

    Berapa Lama Jerawat Hormonal Bisa Hilang?

    Ini adalah pertanyaan yang paling sering diajukan. Sayangnya, tidak ada jawaban yang seragam. Menurut dokter kulit, jerawat hormonal bisa sembuh dengan sendirinya ketika hormon dalam tubuh kembali stabil. Namun, masalahnya adalah fase ketidakseimbangan hormon ini bisa berlangsung lama, tergantung kondisi masing-masing individu.

    Bagi sebagian orang, jerawat hormonal bisa bertahan selama beberapa minggu hingga berbulan-bulan. Pada kasus tertentu, jerawat ini bahkan bisa berlangsung bertahun-tahun apabila tidak ditangani dengan benar. Inilah sebabnya penting untuk memahami penyebab serta melakukan perawatan yang sesuai, agar jerawat tidak terus datang kembali.

    Cara Mengatasi Jerawat Hormonal

    Meski terkesan membandel, jerawat hormonal bukanlah masalah yang tidak bisa dikendalikan. Ada beberapa bahan aktif dalam produk perawatan kulit maupun pengobatan yang dapat membantu meredakan dan mempercepat penyembuhan jerawat jenis ini.

    1. Benzoyl Peroksida
      Bahan ini cukup populer dalam dunia skincare karena kemampuannya membunuh bakteri penyebab jerawat. Selain itu, benzoyl peroksida juga membantu mengurangi produksi minyak berlebih di kulit.
    2. Asam Salisilat (Salicylic Acid)
      Asam salisilat dikenal sebagai eksfoliator kimia yang mampu menembus pori-pori dan membersihkannya hingga ke dalam. Dengan penggunaan rutin, bahan ini membantu mencegah pori tersumbat sehingga jerawat lebih cepat kering.
    3. Minyak Pohon Teh (Tea Tree Oil)
      Bahan alami ini memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri. Tea tree oil bisa membantu mengurangi kemerahan sekaligus mempercepat penyembuhan jerawat.
    4. Ekstrak Teh Hijau
      Tidak hanya bermanfaat sebagai minuman menyehatkan, teh hijau juga dapat digunakan dalam perawatan kulit. Ekstrak teh hijau yang mengandung minimal 2% terbukti memiliki efek menenangkan kulit, sekaligus membantu menurunkan produksi minyak berlebih.

    Kapan Harus ke Dokter Kulit?

    Tidak semua jerawat perlu ditangani dengan obat-obatan resep, namun ada kalanya jerawat hormonal memerlukan perhatian lebih serius dari tenaga profesional. Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter kulit jika:

    • Jerawat tidak kunjung membaik meski sudah rutin memakai skincare.
    • Jerawat terasa nyeri, meradang, dan semakin menyebar.
    • Mulai muncul bekas permanen yang sulit dihilangkan.
    • Jerawat menyebabkan gangguan kepercayaan diri atau menimbulkan stres psikologis.

    Dokter kulit dapat memberikan terapi tambahan seperti obat oral (misalnya kontrasepsi hormonal untuk wanita), antibiotik, atau retinoid. Semua disesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing pasien.

    Bisakah Jerawat Hormonal Dicegah?

    Mencegah sepenuhnya mungkin sulit, karena fluktuasi hormon adalah hal alami yang pasti terjadi. Namun, ada beberapa langkah gaya hidup yang bisa membantu mengurangi risiko munculnya jerawat hormonal:

    • Mengatur pola makan – batasi makanan tinggi gula dan lemak jenuh.
    • Mengelola stres – praktik relaksasi seperti yoga atau meditasi dapat membantu menyeimbangkan hormon.
    • Kebersihan wajah – cuci wajah dua kali sehari dengan pembersih yang lembut, hindari mencuci terlalu sering karena bisa membuat kulit kering dan iritasi.
    • Hindari menyentuh atau memencet jerawat – kebiasaan ini justru memperparah peradangan dan meninggalkan bekas.

    Kesimpulan

    Jerawat hormonal adalah masalah kulit yang kompleks karena berakar pada ketidakseimbangan hormon. Durasi kemunculannya sangat bervariasi: ada yang sembuh dalam hitungan minggu, ada juga yang bertahan hingga bertahun-tahun. Faktor terpenting adalah bagaimana seseorang merawat kulitnya serta seberapa cepat ia mencari pertolongan medis ketika jerawat mulai sulit dikendalikan.

    Dengan pemahaman yang tepat, penggunaan skincare yang sesuai, serta gaya hidup yang sehat, jerawat hormonal bisa lebih cepat teratasi. Dan yang terpenting, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kulit jika kondisi jerawat sudah mengganggu kualitas hidup Anda.

  • GIRLSBEAUTY. Dalam dunia perawatan kulit, istilah hyaluronic acid (HA) hampir selalu menjadi topik yang tak pernah absen dibicarakan. Alasannya jelas, bahan aktif ini mampu bekerja sebagai “magnet kelembapan” yang dapat menarik air hingga seribu kali lipat dari berat molekulnya sendiri. Artinya, kulit yang menggunakan HA akan terasa lebih lembap, kenyal, dan sehat.

    Tidak hanya itu, sifat HA yang ringan, mudah menyerap, serta minim risiko iritasi membuatnya cocok dipakai oleh hampir semua jenis kulit. Mulai dari kulit kering, berminyak, kombinasi, hingga kulit berjerawat sekalipun. Maka tak heran jika banyak dokter kulit maupun skincare enthusiast selalu merekomendasikan produk dengan kandungan ini, terutama dalam bentuk serum.

    Mengapa serum? Dibandingkan produk lain seperti toner atau pelembap, serum memiliki konsentrasi bahan aktif lebih tinggi sehingga dapat menembus lapisan kulit lebih dalam. Oleh karena itu, memilih serum HA yang tepat bisa menjadi investasi terbaik untuk menjaga kelembapan kulit jangka panjang.

    Nah, berdasarkan rekomendasi dokter kulit, berikut adalah lima serum hyaluronic acid terbaik yang layak kamu coba:

    1. Vichy Mineral 89 Skin-Fortifying Daily Booster
      Produk pertama datang dari brand dermokosmetik asal Prancis, Vichy. Serum ini mengombinasikan hyaluronic acid alami dengan air vulkanik Vichy yang kaya mineral. Fungsinya bukan hanya melembapkan, tetapi juga memperkuat skin barrier atau lapisan pelindung kulit.
      Menurut Dr. Marisa Garshick, seorang dokter kulit ternama di Amerika Serikat, serum ini terbukti secara klinis mampu meningkatkan pertahanan kulit terhadap polusi maupun perubahan cuaca. Teksturnya ringan seperti gel, cepat meresap, dan tidak lengket sehingga nyaman digunakan setiap hari.
      Produk ini sangat cocok untuk kamu yang sering beraktivitas di luar ruangan atau tinggal di kota dengan tingkat polusi tinggi. Dengan penggunaan rutin, kulit terasa lebih lembap, elastis, dan tidak mudah kusam.
    2. Neutrogena Hydro Boost Hyaluronic Acid Serum
      Kalau kamu mencari serum dengan tekstur ringan dan cepat menyerap, Neutrogena Hydro Boost bisa jadi pilihan tepat. Formulanya oil-free dan non-komedogenik, sehingga aman digunakan untuk kulit berminyak maupun kombinasi.
      Serum ini bekerja dengan mengikat air di lapisan kulit sehingga kulit tampak lebih segar dan terhidrasi seharian. Banyak pengguna mengakui bahwa setelah pemakaian rutin, kulit terasa lebih halus dan tidak mudah kering, terutama di area pipi.
      Keunggulan lain, serum ini mudah ditemukan di pasaran dengan harga yang relatif ramah di kantong dibandingkan produk high-end. Jadi, untuk kamu yang ingin mencoba HA tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam, Neutrogena bisa menjadi solusi.
    3. SkinCeuticals Hydrating B5 Gel
      Bagi pemilik kulit berjerawat yang sering ragu memakai serum karena takut menambah minyak, SkinCeuticals Hydrating B5 Gel patut dipertimbangkan. Produk ini diformulasikan khusus dengan kombinasi hyaluronic acid dan vitamin B5 yang dikenal membantu menenangkan sekaligus memperbaiki lapisan kulit.
      Teksturnya ringan, tidak meninggalkan rasa lengket, dan cepat menyerap. Kandungan vitamin B5 di dalamnya bekerja memberikan nutrisi tambahan sekaligus membantu proses penyembuhan kulit.
      Walaupun harganya termasuk premium, banyak dermatolog menyebut serum ini sebagai salah satu pilihan terbaik untuk mereka yang ingin merawat kulit tanpa khawatir memperparah jerawat. Dengan penggunaan teratur, kulit menjadi lebih lembap namun tetap terasa ringan dan bebas kilap berlebihan.
    4. The Ordinary Hyaluronic Acid 2% + B5
      Untuk kamu yang mencari serum dengan harga terjangkau namun tetap efektif, The Ordinary HA 2% + B5 adalah jawabannya. Produk ini menjadi salah satu best-seller di seluruh dunia karena kualitasnya yang sebanding dengan harga.
      Serum ini mengandung kombinasi hyaluronic acid dalam berbagai ukuran molekul, sehingga dapat melembapkan kulit dari permukaan hingga lapisan lebih dalam. Tambahan vitamin B5 membantu menenangkan kulit serta menjaga kelembapan lebih lama.
      Menariknya, banyak makeup artist merekomendasikan produk ini sebagai base sebelum menggunakan foundation. Teksturnya ringan, tidak mengganggu hasil makeup, dan membuat tampilan kulit lebih sehat serta bercahaya.
      Dengan harga sekitar Rp100 ribuan, serum ini sangat cocok untuk pemula atau siapa pun yang ingin mencoba manfaat HA tanpa khawatir soal budget.
    5. CosRx The Hyaluronic Acid 3 Serum
      Rekomendasi terakhir datang dari brand skincare asal Korea Selatan, CosRx. Serum ini tidak hanya mengandung hyaluronic acid, tetapi juga diperkaya dengan asam amino dan ceramide. Kombinasi ini menjadikan produk tersebut sangat ideal untuk kulit kering dan sensitif.
      Kandungan ceramide berfungsi memperkuat lapisan pelindung kulit, sementara asam amino membantu menjaga kelembapan alami. Hasilnya, kulit terasa lebih kenyal, lembut, dan tampak glowing.
      Serum ini juga dikenal dengan tekstur ringan khas produk K-beauty, mudah menyerap tanpa meninggalkan rasa lengket. Cocok digunakan baik pagi maupun malam hari, bahkan bisa dipadukan dengan skincare lain tanpa menimbulkan masalah.

    Tips Menggunakan Serum Hyaluronic Acid agar Hasil Maksimal

    Agar manfaat serum HA lebih optimal, ada beberapa tips yang bisa kamu terapkan:

    • Gunakan pada kulit lembap. Oleskan serum segera setelah mencuci muka atau setelah memakai toner agar kelembapan lebih mudah terkunci.
    • Ikuti dengan pelembap. Meskipun HA mampu menarik air, ia membutuhkan lapisan pelembap di atasnya untuk mengunci hidrasi.
    • Kombinasikan dengan bahan lain. HA aman dipadukan dengan hampir semua bahan skincare lain, seperti vitamin C, retinol, atau niacinamide.
    • Gunakan rutin. Hasil terbaik biasanya terlihat setelah penggunaan teratur minimal 2–4 minggu.

    Kesimpulan

    Hyaluronic acid adalah salah satu bahan skincare paling efektif untuk menjaga kelembapan kulit. Dengan beragam pilihan serum yang tersedia, kamu bisa menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kondisi kulit.

    • Jika butuh perlindungan ekstra dari polusi: pilih Vichy Mineral 89.
    • Untuk tekstur ringan dan mudah meresap: ada Neutrogena Hydro Boost.
    • Pemilik kulit berjerawat bisa mencoba SkinCeuticals Hydrating B5 Gel.
    • Jika ingin serum terjangkau dan multifungsi: The Ordinary HA 2% + B5 jawabannya.
    • Dan untuk kulit kering-sensitif, CosRx HA 3 Serum bisa jadi andalan.

    Dengan pemakaian yang tepat, serum hyaluronic acid mampu membantu kulit tetap sehat, lembap, dan tampak lebih segar sepanjang hari.

  • GIRLSBEAUTY. Tren dunia kecantikan selalu bergerak cepat. Jika tahun-tahun sebelumnya kita mengenal istilah seperti glass skin, slugging, atau skin cycling, maka memasuki 2025 muncul nama baru yang membuat banyak orang penasaran, spicule. Disebut-sebut sebagai liquid microneedling, bahan satu ini menghadirkan sensasi perawatan klinis dalam bentuk skincare yang bisa digunakan di rumah.

    Apa sebenarnya spicule itu? Bagaimana cara kerjanya pada kulit? Dan mengapa banyak ahli maupun pecinta skincare menyebutnya sebagai salah satu inovasi paling menarik tahun ini? Mari kita ulas lebih dalam.

    Apa Itu Spicule?

    Spicule adalah struktur mikroskopis menyerupai jarum kecil yang berasal dari spons laut atau dibuat secara sintetis di laboratorium. Ukurannya sangat kecil, nyaris tak terlihat, namun mampu memberikan sensasi khas saat diaplikasikan ke kulit.

    Ketika sebuah produk dengan kandungan spicule digunakan, partikel halus ini menembus permukaan kulit dan menciptakan mikro-saluran. Hasilnya, kulit terstimulasi untuk mempercepat regenerasi sel, meningkatkan produksi kolagen, dan memaksimalkan penyerapan bahan aktif dari skincare lain yang digunakan bersamaan.

    Inilah yang membuat spicule disebut sebagai versi lembut dari microneedling sebuah prosedur populer di klinik kecantikan yang menggunakan jarum kecil untuk menstimulasi kulit. Bedanya, dengan spicule, proses ini bisa dilakukan secara lebih praktis tanpa alat khusus.

    Manfaat Utama Spicule dalam Skincare

    Popularitas spicule bukanlah kebetulan. Banyak penelitian serta pengalaman pengguna menunjukkan manfaat menarik dari bahan ini. Beberapa di antaranya adalah:

    • Eksfoliasi Alami
      Spicule berperan seperti scrub super halus. Dengan struktur tajamnya, partikel ini mampu membantu mengangkat sel kulit mati yang menumpuk, membuat permukaan kulit lebih halus dan cerah.
    • Meningkatkan Penyerapan Produk
      Salah satu keunggulan spicule adalah kemampuannya membuka jalur mikro di kulit. Artinya, serum, esens, atau krim dengan bahan aktif lain—misalnya niacinamide, vitamin C, atau retinol dapat menyerap lebih maksimal sehingga hasilnya terasa lebih cepat.
    • Perbaikan Tekstur dan Anti-Aging
      Penggunaan spicule secara rutin dipercaya dapat memperbaiki tekstur kulit yang kasar, mengurangi tampilan pori, sekaligus membantu menyamarkan garis halus. Hal ini karena stimulasi mikro dari spicule mendorong kulit untuk memproduksi kolagen baru.
    • Alternatif Aman Microneedling di Rumah
      Tidak semua orang berani atau sempat melakukan perawatan microneedling di klinik. Spicule hadir sebagai solusi, menawarkan manfaat serupa tetapi dengan cara yang lebih praktis dan minim rasa sakit.

    Cara Menggunakan Spicule dengan Aman

    Walaupun terdengar menjanjikan, spicule tetap perlu digunakan dengan bijak. Ada beberapa tips penting agar hasilnya optimal dan kulit tetap sehat:

    • Gunakan di malam hari. Kulit sedang dalam proses regenerasi sehingga efeknya lebih maksimal.
    • Aplikasikan pada kulit yang bersih dan kering. Pastikan wajah bebas dari makeup dan kotoran.
    • Selalu ikuti dengan pelembap. Setelah produk spicule menyerap, gunakan krim atau gel pelembap untuk menenangkan kulit.
    • Batasi frekuensi pemakaian. Idealnya cukup 1–2 kali seminggu, agar kulit punya waktu untuk pulih.
    • Hindari kombinasi dengan bahan aktif keras. Retinol, AHA, BHA, atau vitamin C sebaiknya tidak dipakai bersamaan, karena bisa membuat kulit terlalu sensitif.
    • Lakukan patch test. Terutama jika kulitmu sensitif atau sedang berjerawat parah, lebih baik mencoba di area kecil terlebih dahulu.

    Produk Spicule yang Mulai Populer

    Beberapa brand kecantikan, terutama dari Korea, sudah mulai merilis produk berbasis spicule. Beberapa di antaranya yang banyak dibicarakan antara lain:

    • VT Reedle Shot (CICA) – terkenal ringan, aman untuk pemula, serta diperkaya centella asiatica untuk menenangkan kulit.
    • Tosowoong Real Spicule Ampoule – diformulasikan dengan niacinamide dan kolagen, cocok untuk kulit dewasa yang ingin mengatasi tekstur tidak rata.
    • Medicube One Day Exosome Shot – pilihan bagi mereka yang menginginkan hasil cepat dengan teknologi terbaru.

    Produk-produk ini menjadi bukti bahwa spicule bukan sekadar tren sesaat, melainkan inovasi yang mulai dilirik berbagai brand besar.

    Spicule dalam Tren Skincare 2025

    Jika menilik tren global, spicule termasuk salah satu bahan yang paling banyak disebut dalam daftar beauty forecast tahun 2025. Media internasional bahkan menempatkannya sejajar dengan inovasi lain seperti exosomes dan jelly mist.

    Alasannya sederhana, spicule menawarkan keseimbangan antara efektivitas klinis dan kenyamanan penggunaan di rumah. Para pecinta skincare kini bisa merasakan manfaat mirip perawatan profesional, tanpa harus keluar rumah dan mengeluarkan biaya tinggi.

    Catatan Penting Sebelum Mencoba

    Meski terdengar aman, spicule tidak selalu cocok untuk semua orang. Jika kulitmu sangat sensitif, mudah merah, atau sedang mengalami jerawat meradang, penggunaan bahan ini sebaiknya dikonsultasikan dulu dengan dermatolog. Selain itu, penting untuk tidak tergoda menggunakan terlalu sering, karena hasil terbaik justru datang dari pemakaian konsisten dengan dosis tepat.

    Kesimpulan

    Spicule muncul sebagai salah satu bintang baru dalam dunia skincare 2025. Dengan sifatnya yang unik mikro-jarum lembut dari spons laut bahan ini berhasil memadukan sensasi microneedling dengan kenyamanan skincare sehari-hari.

    Manfaat utamanya, mulai dari eksfoliasi, peningkatan penyerapan produk, hingga perbaikan tekstur kulit, membuatnya layak mendapat perhatian. Meski begitu, kunci utamanya tetap pemakaian yang bijak: jangan berlebihan, kombinasikan dengan pelembap, dan sesuaikan dengan kondisi kulit masing-masing.

    Dengan langkah yang tepat, spicule bisa menjadi jawaban bagi mereka yang mendambakan kulit sehat, halus, dan bercahaya di tahun 2025.

  • GIRLSBEAUTY. Dalam dunia kecantikan dan perawatan kulit, nama Doktif sapaan akrab dr. Amira bukanlah sosok asing. Ia dikenal sebagai figur yang lantang menyuarakan edukasi tentang skincare, bahkan tak segan mengkritik produk-produk yang dianggap berisiko atau menyesatkan konsumen. Banyak orang menjadikannya rujukan saat memilih produk perawatan kulit, karena gaya penyampaiannya lugas dan berbasis pengetahuan medis.

    Namun, tak ada yang menyangka bahwa suatu hari justru produk skincare miliknya yang menjadi sorotan publik. Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) baru-baru ini memutuskan untuk mencabut izin edar empat produk skincare yang diproduksi di bawah label Doktif. Keputusan ini sontak mengundang perhatian luas, bukan hanya dari para penggemarnya, tetapi juga masyarakat umum yang mengikuti perkembangan industri kecantikan.

    Empat Produk yang Dicabut Izin Edarnya

    BPOM mengumumkan pencabutan izin edar pada empat produk berikut:

    • AAC Face Tonic AHA
    • AAC Day Cream with Brightener
    • AAC SB Oily
    • Amiraderm Glowing Night Cream Series

    Menurut penjelasan resmi BPOM, alasan pencabutan ini bukan karena produk mengandung bahan berbahaya atau dilarang, melainkan karena ditemukan ketidaksesuaian antara data notifikasi dengan komposisi sebenarnya, serta adanya informasi pada kemasan yang tidak selaras dengan dokumen resmi.

    Meskipun sekilas terdengar administratif, perbedaan ini tetap dinilai serius. Pasalnya, ketidaksesuaian data bisa mengakibatkan risiko bagi konsumen, terutama mereka yang memiliki kulit sensitif. Misalnya, jika sebuah bahan aktif tidak tercantum dalam komposisi resmi, konsumen berpotensi mengalami reaksi alergi tanpa menyadarinya.

    Mengapa Hal Ini Penting?

    Bagi sebagian orang, pencabutan izin edar mungkin terdengar sepele apalagi jika produk dianggap aman digunakan. Namun, di industri kecantikan, transparansi informasi adalah kunci. Ketika komposisi produk dan klaim pada kemasan tidak sesuai data resmi, konsumen tidak bisa menilai dengan objektif apakah produk itu benar-benar cocok untuk mereka.

    BPOM menekankan bahwa pencabutan izin bukan berarti produk berbahaya, melainkan sebagai langkah preventif untuk melindungi konsumen. Dengan adanya regulasi ketat, produsen diwajibkan memastikan seluruh informasi produk konsisten dan akurat.

    Respons Tenang dari Doktif

    Menariknya, Doktif menanggapi kabar ini dengan sangat tenang. Alih-alih marah atau menyangkal, ia justru mengapresiasi langkah BPOM. Dalam sebuah pernyataan, ia mengatakan:

    “Gak apa-apa, kan saya gak pernah jualan produk berbahaya. Itu membuktikan BPOM tidak pilih-pilih dalam bertindak. Saya bangga banget.”

    Pernyataan tersebut menunjukkan sikap profesional sekaligus kedewasaan dalam menghadapi kritik maupun regulasi. Ia tidak menampik adanya masalah, tetapi lebih memilih untuk menegaskan bahwa produk-produknya tetap aman dan bahwa pencabutan ini lebih ke arah administratif, bukan substansi berbahaya.

    Klarifikasi dari Pihak Brand

    Selain pernyataan pribadi, pihak perusahaan yang menaungi produk-produk tersebut juga memberikan klarifikasi. Mereka menjelaskan bahwa pencabutan izin edar ini akan ditindaklanjuti dengan proses pendaftaran ulang menggunakan nomor notifikasi baru.

    Mereka menegaskan produk tetap diformulasikan dengan bahan yang aman dan tidak mengandung zat berbahaya. Masalah utama yang terjadi lebih terkait pada ketidaksesuaian data administratif, bukan karena kandungan berbahaya atau klaim berlebihan.

    Ironi yang Menjadi Cermin Industri

    Kasus ini jelas menjadi sorotan karena melibatkan sosok yang dikenal vokal mengkritik produk skincare lain. Publik melihat adanya ironi, seseorang yang biasanya “menjaga gerbang” industri kecantikan justru tersandung pada regulasi yang ketat.

    Namun, jika ditelaah lebih dalam, peristiwa ini justru bisa menjadi pembelajaran berharga baik bagi produsen maupun konsumen. Bagi produsen, kasus ini menegaskan pentingnya memastikan seluruh aspek administratif dan regulasi berjalan sesuai prosedur. Tidak cukup hanya menciptakan produk yang aman, tetapi juga memastikan dokumen resmi, data notifikasi, hingga label kemasan konsisten.

    Bagi konsumen, kasus ini memperlihatkan bahwa bahkan brand populer sekalipun tidak luput dari pengawasan. Regulasi seperti yang dilakukan BPOM adalah bentuk perlindungan agar masyarakat tidak menjadi korban informasi yang keliru.

    Apa yang Bisa Dipelajari Konsumen?

    1. Cek Nomor Notifikasi BPOM
      Pastikan setiap produk skincare yang digunakan memiliki nomor notifikasi resmi. Nomor ini bisa dicek langsung melalui situs BPOM.
    2. Pahami Kandungan, Jangan Hanya Klaim
      Jangan hanya terpaku pada janji “mencerahkan” atau “menghilangkan jerawat.” Perhatikan daftar komposisi dan pastikan sesuai kebutuhan kulit.
    3. Ikuti Edukasi, Tapi Tetap Kritis
      Edukator seperti Doktif memang banyak membantu, namun konsumen juga perlu kritis dan tidak sepenuhnya bergantung pada satu sumber informasi.
    4. Regulasi Itu Penting
      Kasus ini menunjukkan bahwa regulasi bukan sekadar formalitas. Meski produknya aman, ketidaksesuaian data tetap bisa berimplikasi pada izin edar.

    Melihat edukasi memang penting, tapi belajar sambil bermain slot deposit qris memudahkan kita untuk mendapatkan banyak pengetahuan.

    Penutup

    Kasus pencabutan izin edar produk skincare milik Doktif adalah cermin bahwa industri kecantikan memerlukan transparansi dan kepatuhan penuh terhadap regulasi. Bagi Doktif sendiri, meski terdengar ironis, respons tenangnya menunjukkan profesionalitas seorang edukator yang tidak alergi kritik, bahkan ketika kritik itu menyangkut dirinya sendiri.

    Bagi konsumen, ini menjadi pengingat bahwa setiap produk, sekecil apapun, tetap harus melalui jalur regulasi yang jelas. Skincare bukan sekadar tren, melainkan sesuatu yang langsung bersentuhan dengan kesehatan kulit. Karena itu, memastikan keamanan dan kejelasan informasi adalah hal yang mutlak.

    Dengan demikian, meski kasus ini sempat menjadi perbincangan hangat, ia sekaligus menghadirkan pelajaran penting, dunia kecantikan tidak hanya soal hasil instan, tetapi juga soal kepercayaan, transparansi, dan tanggung jawab.

  • GIRLSBEAUTY. Jerawat sering kali meninggalkan cerita panjang meski sudah lama pergi. Saat peradangannya mereda, kulit tidak langsung kembali mulus seperti semula. Justru, bintik hitam atau noda gelap kerap muncul sebagai “jejak” yang membuat wajah tampak kusam. Banyak orang mengeluhkan bahwa bekas jerawat ini jauh lebih mengganggu dibanding jerawat aktif itu sendiri.

    Namun, tahukah Anda bahwa hilangnya bekas jerawat hitam bukanlah proses instan? Seorang pakar kulit ternama, Dr. Joshua Zeichner, yang juga menjabat sebagai Direktur Penelitian Kosmetik dan Klinis di Mount Sinai Hospital, New York, mengungkap bahwa noda hitam akibat jerawat bisa bertahan cukup lama. Rata-rata, dibutuhkan waktu antara tiga hingga enam bulan hingga warnanya memudar. Bahkan, pada sebagian kasus, proses tersebut bisa berlangsung sampai satu hingga dua tahun. Mengapa bisa selama itu? Mari kita bahas lebih dalam.

    Mengapa Bekas Jerawat Hitam Muncul?

    Untuk memahami alasannya, kita perlu tahu cara kerja kulit saat mengalami peradangan. Ketika jerawat muncul, kulit sebenarnya sedang melawan peradangan akibat pori-pori tersumbat oleh minyak, bakteri, dan sel kulit mati. Proses penyembuhan ini memicu produksi melanin, pigmen alami yang memberi warna pada kulit. Sayangnya, produksi melanin yang berlebihan justru menimbulkan hiperpigmentasi pascainflamasi. Itulah yang membuat bekas jerawat tampak gelap.

    Ada beberapa faktor yang memperbesar risiko terbentuknya noda hitam, di antaranya:

    • Kebiasaan memencet jerawat. Tekanan yang berlebihan membuat peradangan semakin parah dan meninggalkan bekas lebih pekat.
    • Warna kulit lebih gelap. Individu dengan pigmen kulit lebih tinggi biasanya lebih rentan mengalami noda hitam setelah jerawat sembuh.
    • Paparan sinar matahari. Sinar UV dapat mempertegas pigmen, sehingga noda hitam terlihat semakin menonjol.

    Berapa Lama Noda Hitam Bisa Hilang?

    Durasi pemudaran bekas jerawat sangat bervariasi. Ada orang yang hanya butuh beberapa bulan untuk melihat hasilnya, namun ada juga yang harus bersabar hingga bertahun-tahun. Faktor yang memengaruhi antara lain:

    • Jenis kulit – kulit sensitif atau mudah berpigmen biasanya membutuhkan waktu lebih lama.
    • Tingkat keparahan jerawat – semakin parah jerawat yang muncul, semakin besar risiko meninggalkan noda.
    • Usia – regenerasi sel pada kulit muda lebih cepat dibanding kulit orang yang sudah berusia.
    • Kebiasaan perawatan kulit – konsistensi menggunakan skincare yang tepat sangat berpengaruh.

    Jadi, jangan heran jika dua orang dengan masalah jerawat yang mirip ternyata mengalami durasi penyembuhan bekas yang berbeda.

    Cara Mempercepat Hilangnya Bekas Jerawat Hitam

    Kabar baiknya, noda bekas jerawat tidak permanen. Ada berbagai cara yang bisa membantu mempercepat pemulihan warna kulit agar kembali cerah dan rata.

    Skincare dengan Bahan Aktif

    Menggunakan produk dengan kandungan tertentu bisa menjadi langkah awal yang efektif. Beberapa bahan populer yang direkomendasikan oleh para dermatolog, antara lain:

    • Retinoid – merangsang regenerasi sel kulit.
    • Hydroquinone – dikenal sebagai bahan pencerah kulit.
    • AHA (Alpha Hydroxy Acid) – membantu mengangkat sel kulit mati sehingga warna kulit lebih merata.
    • Niacinamide – mengurangi produksi melanin berlebih dan menenangkan kulit.

    Peeling Kimia di Klinik

    Bagi yang ingin hasil lebih cepat, peeling kimia bisa menjadi pilihan. Prosedur ini dilakukan oleh dokter kulit dengan mengoleskan larutan tertentu untuk mengangkat lapisan kulit mati. Setelah beberapa kali perawatan, noda hitam dapat memudar secara signifikan.

    Terapi Laser

    Teknologi laser, seperti Q-switched Nd:YAG atau laser fraksional, bekerja dengan cara menghancurkan pigmen melanin yang berlebihan sekaligus merangsang produksi kolagen baru. Hasilnya tidak hanya membuat warna kulit lebih merata, tetapi juga memperbaiki teksturnya.

    Perawatan Rumahan dengan Bahan Alami

    Jika belum ingin mencoba perawatan medis, metode alami juga bisa dicoba. Beberapa bahan yang sering digunakan adalah lidah buaya, madu, atau perasan lemon. Meski hasilnya tidak secepat perawatan medis, penggunaan rutin bisa memberikan efek mencerahkan secara bertahap.

    Kesabaran adalah Kunci

    Meski ada banyak pilihan cara, penting diingat bahwa tidak ada hasil instan. Proses pemudaran noda hitam sangat bergantung pada konsistensi serta kesesuaian perawatan dengan jenis kulit masing-masing. Sering kali, kombinasi antara skincare harian, perlindungan dari sinar matahari, dan perawatan di klinik menjadi strategi paling efektif.

    Selain itu, mencegah lebih baik daripada mengobati. Dengan menjaga kebersihan kulit, menghindari kebiasaan memencet jerawat, dan rutin menggunakan sunscreen, risiko terbentuknya noda hitam bisa ditekan sejak awal.

    Penutup

    Bekas jerawat hitam memang bisa menjadi sumber rasa kurang percaya diri, terutama karena proses pemulihannya yang memakan waktu lama. Namun, memahami bahwa ini adalah bagian alami dari penyembuhan kulit dapat membantu kita lebih sabar dalam menjalaninya.

    Dengan kombinasi perawatan yang tepat, disiplin menjaga kesehatan kulit, dan konsultasi dengan pakar bila diperlukan, noda hitam bekas jerawat bisa dipudarkan. Pada akhirnya, kunci utamanya adalah kesabaran, konsistensi, dan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan kulit masing-masing.

  • GIRLSBEAUTY. Sunscreen, atau tabir surya, sudah lama menjadi senjata utama melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV) yang berbahaya. Fungsinya sederhana namun sangat vital: mencegah kulit terbakar, mengurangi risiko kanker kulit, dan memperlambat tanda-tanda penuaan dini. Namun, saat masuk ke toko kosmetik atau marketplace, kita sering dibuat bingung oleh variasi harganya yang luar biasa lebar. Ada sunscreen yang bisa dibeli dengan harga sekitar Rp 50 ribuan, dan ada pula yang dibanderol lebih dari Rp 1 juta.

    Pertanyaannya pun muncul, apakah sunscreen yang mahal selalu lebih baik? Atau justru, selama mengandung bahan aktif yang tepat, produk murah pun bisa bekerja sama efektifnya?

    Harga Mahal, Apakah Perlindungannya Lebih Unggul?

    Menurut dr. Brendan Camp, seorang dermatolog dari New York, tugas utama sunscreen baik yang murah maupun yang mahal tetap sama, melindungi kulit dari sinar UVA dan UVB. Bahan aktif yang digunakan, seperti zinc oxide, titanium dioxide, avobenzone, atau octocrylene, umumnya serupa di berbagai rentang harga.

    Perbedaan terbesar justru terletak pada bahan tambahan yang menyertai formula tersebut. Sunscreen kelas premium sering dilengkapi kandungan ekstra seperti peptide untuk merangsang produksi kolagen, hyaluronic acid untuk menjaga kelembapan kulit, hingga antioksidan yang membantu melawan radikal bebas dari polusi. Semua ini memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan kulit di luar sekadar proteksi UV.

    Selain itu, sunscreen mahal biasanya memiliki tekstur yang lebih nyaman: lebih ringan, mudah menyerap, tidak meninggalkan white cast, dan jarang terasa lengket. Faktor kenyamanan ini sangat memengaruhi konsistensi pemakaian karena sunscreen yang nyaman akan lebih sering digunakan, yang pada akhirnya memberi perlindungan optimal.

    Mengapa Harga Bisa Melambung Tinggi?

    Berdasarkan penjelasan dr. Melanie Palm dan dr. Nkem Ugonabo, ada beberapa faktor yang membuat harga sunscreen bisa melonjak hingga berkali lipat:

    1. Riset dan Pengembangan
      Sunscreen mahal sering kali melalui proses penelitian mendalam dan uji klinis untuk memastikan efektivitas sekaligus keamanan produknya. Proses ini memerlukan biaya besar yang akhirnya memengaruhi harga jual.
    2. Kualitas dan Jumlah Bahan Tambahan
      Formula tanpa minyak (oil-free), kandungan pelembap premium, atau tambahan antioksidan berkualitas tinggi bisa membuat biaya produksi lebih mahal.
    3. Pengemasan
      Kemasan yang elegan, higienis, dan tahan cahaya seperti botol kedap udara atau tube khusus tidak hanya menambah nilai estetika tetapi juga menjaga stabilitas bahan aktif.
    4. Branding dan Pemasaran
      Produk dari merek ternama biasanya memiliki reputasi yang sudah terbangun bertahun-tahun. Kepercayaan ini membuat konsumen rela membayar lebih, meski perlindungan UV-nya mungkin tidak jauh berbeda dengan produk yang lebih terjangkau.
    5. Lokasi Produksi
      Sunscreen yang diproduksi di negara dengan standar regulasi tinggi atau bahan impor juga berpotensi memiliki harga jual lebih tinggi.

    Apakah Sunscreen Murah Tidak Layak Dipilih?

    Sama sekali tidak. Sunscreen dengan harga terjangkau bisa memberikan perlindungan yang sama efektifnya selama mengandung bahan aktif yang tepat dan memiliki nilai SPF serta PA sesuai rekomendasi. Tantangannya biasanya ada di kenyamanan pemakaian beberapa sunscreen murah cenderung lebih kental, meninggalkan rasa lengket, atau meninggalkan lapisan putih di kulit.

    Namun, bagi sebagian orang, hal ini bukan masalah besar. Jika penggunaannya tetap konsisten setiap hari, maka manfaat perlindungannya tetap maksimal.

    Faktor Penting dalam Memilih Sunscreen

    dr. Tiar Marina Octyvani, Sp.DV, menegaskan bahwa sunscreen terbaik adalah yang sesuai dengan klaim dan kebutuhan kulit masing-masing orang. Artinya, harga bukan satu-satunya penentu. Yang jauh lebih penting adalah:

    • Perlindungan UVA dan UVB
      Pastikan sunscreen memiliki perlindungan broad-spectrum untuk menangkal kedua jenis sinar UV.
    • Kenyamanan Tekstur
      Pilih tekstur yang sesuai preferensi: gel, lotion, cream, atau spray. Tekstur yang nyaman membuat kita lebih rajin memakainya.
    • Kesesuaian dengan Jenis Kulit
      Kulit berminyak mungkin lebih cocok dengan formula oil-free, sedangkan kulit kering akan diuntungkan dengan sunscreen yang mengandung pelembap ekstra.
    • Bahan Tambahan
      Perhatikan kandungan seperti parfum atau pengawet tertentu yang bisa memicu iritasi pada kulit sensitif.

    Konsistensi Lebih Penting dari Harga

    Perdebatan mengenai sunscreen mahal vs murah sering kali berakhir pada satu titik: konsistensi penggunaan. Tidak peduli seberapa mahal atau murah sunscreen yang kamu beli, jika tidak digunakan secara rutin dan dalam jumlah cukup, perlindungannya tidak akan maksimal.

    Jika kamu nyaman dengan sunscreen Rp 50 ribuan dan rajin menggunakannya setiap pagi, hasilnya bisa jauh lebih baik dibanding membeli sunscreen Rp 1 jutaan tapi jarang dipakai karena merasa sayang atau tidak nyaman di kulit.

    Pada akhirnya, harga hanyalah salah satu faktor. Yang terpenting adalah perlindungan UV yang efektif, kesesuaian formula dengan kulit, dan kenyamanan sehingga kita mau memakainya setiap hari tanpa terpaksa.

  • Merawat Diri dalam Islam Batasan dan Etika

    GIRLSBEAUTY. Dalam kehidupan sehari-hari, penggunaan kosmetik dan skincare bukanlah hal yang asing, khususnya di kalangan wanita, meskipun kini banyak pria yang juga mulai memperhatikan kesehatan kulit. Aktivitas ini bertujuan untuk menjaga penampilan, meningkatkan rasa percaya diri, dan merawat kesehatan kulit.

    Namun, bagi umat Islam, memilih produk perawatan tidak hanya soal hasil yang ditawarkan, tetapi juga menyangkut aspek kehalalan dan kesucian bahan yang digunakan. Islam mengajarkan bahwa merawat diri diperbolehkan, bahkan dianjurkan, selama tidak bertentangan dengan ketentuan syariat. Rasulullah SAW pernah bersabda, “Mencari sesuatu yang halal adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (HR. At-Thabrani dari Ibnu Mas’ud).

    Salah satu bahan yang kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat adalah alkohol. Apakah penggunaannya dalam kosmetik dan skincare dibolehkan? Bagaimana pandangan ulama dan fatwa MUI terkait hal ini?

    Mengenal Alkohol dalam Dunia Kecantikan

    Alkohol, khususnya etanol, sering digunakan dalam industri kosmetik dan perawatan kulit. Fungsi utamanya beragam, mulai dari membantu melarutkan bahan aktif, mempercepat penyerapan produk, hingga bertindak sebagai pengawet alami.

    Meski demikian, tidak semua jenis alkohol dipandang sama dalam perspektif hukum Islam. Perbedaan utamanya terletak pada sumber dan cara pembuatan alkohol tersebut. Ada alkohol yang dihasilkan melalui proses fermentasi yang digunakan untuk minuman keras (khamr), dan ada pula alkohol sintetis atau yang berasal dari bahan non-khamr. Perbedaan asal inilah yang menjadi kunci utama dalam penentuan hukum penggunaannya.

    Pandangan MUI dan LPPOM

    Susiyanti, MSi, selaku Senior Halal Auditor di LPPOM MUI, menjelaskan bahwa:

    1. Untuk minuman, MUI menetapkan batas maksimal kandungan alkohol sebesar 0,5%.
    2. Untuk makanan dan kosmetik, tidak ada batasan kadar alkohol selama alkohol tersebut bukan berasal dari industri khamar.
    3. Jika alkohol berasal dari proses fermentasi, maka media fermentasinya harus bebas dari unsur babi atau bahan haram lainnya.

    Artinya, kosmetik atau skincare yang mengandung alkohol dari sumber khamar dinyatakan najis dan haram. Sebaliknya, jika alkohol tersebut berasal dari sumber non-khamr, tidak mengandung unsur najis, dan aman secara medis, maka penggunaannya diperbolehkan.

    Landasan Fatwa MUI

    Penjelasan tersebut sejalan dengan fatwa resmi yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia, antara lain:

    • Fatwa MUI Nomor 11 Tahun 2018 tentang produk kosmetika yang mengandung alkohol atau etanol.
    • Fatwa MUI Nomor 26 Tahun 2013 tentang standar kehalalan produk kosmetika dan tata cara penggunaannya.

    Dari fatwa-fatwa ini, dapat disimpulkan bahwa alkohol non-khamr dalam kosmetik hukumnya mubah (boleh digunakan), selama memenuhi standar kehalalan dan tidak membahayakan kesehatan.

    Mengapa Asal Alkohol Sangat Penting?

    Dalam Islam, khamar tidak hanya diharamkan untuk diminum, tetapi juga dinyatakan najis secara zat. Maka, segala produk yang mengandung unsur khamar dianggap tidak suci dan haram digunakan, termasuk pada kulit.

    Sebaliknya, alkohol sintetis atau yang dibuat dari bahan halal tidak termasuk kategori najis. Maka, penggunaannya tidak menjadi masalah selama produk tersebut tidak membahayakan tubuh. Hal ini menegaskan bahwa bukan kadar alkohol yang menentukan hukum, tetapi sumber dan proses pembuatannya.

    Tips Memilih Skincare dan Kosmetik yang Halal

    Bagi Anda yang ingin memastikan produk yang digunakan sesuai syariat, berikut beberapa tips praktis:

    • Cek label halal resmi
      Produk yang telah mendapatkan sertifikasi halal dari MUI akan memiliki label yang jelas pada kemasannya.
    • Perhatikan daftar bahan (ingredients)
      Cari informasi apakah alkohol yang digunakan berasal dari sumber khamar atau bukan.
    • Utamakan keamanan medis
      Pastikan produk telah terdaftar di BPOM dan tidak mengandung bahan berbahaya.
    • Gunakan sumber informasi terpercaya
      Jangan hanya mengandalkan asumsi atau opini, tetapi rujuklah pada fatwa resmi atau keterangan dari lembaga berwenang.

    Perspektif Kesehatan

    Selain aspek agama, alkohol dalam kosmetik juga memiliki sisi medis yang perlu diperhatikan. Alkohol yang digunakan dalam takaran tepat dapat membantu efektivitas produk, namun penggunaan berlebihan dapat menyebabkan kulit kering atau iritasi pada sebagian orang.

    Oleh karena itu, meskipun halal, tetap perlu mempertimbangkan kecocokan produk dengan jenis kulit masing-masing.

    Kesimpulan

    Hukum penggunaan kosmetik dan skincare yang mengandung alkohol dalam Islam sangat bergantung pada sumber dan proses pembuatan alkohol tersebut.

    • Haram: Jika alkohol berasal dari industri khamar atau proses fermentasi minuman keras.
    • Halal: Jika alkohol berasal dari sumber non-khamr, bebas dari najis, dan aman digunakan.

    Sebagai umat Muslim, penting untuk mengutamakan produk yang halal dan aman, tidak hanya demi kepatuhan pada syariat, tetapi juga demi kesehatan jangka panjang.

  • GIRLSBEAUTY. Kulit sensitif saja sudah cukup merepotkan. Tambahkan faktor berminyak dan rentan jerawat, tantangannya jadi tiga kali lipat. Salah langkah sedikit, kulit bisa memerah, gatal, atau muncul jerawat baru. Meski terdengar rumit, sebenarnya ada cara merawat kulit seperti ini tanpa drama, asalkan kita memahami kebutuhan dasarnya.

    Bayangkan kulit seperti rumah: jika fondasinya rapuh, semua ornamen indah di atasnya akan cepat rusak. Itulah mengapa rutinitas skincare yang tepat fokusnya bukan hanya membersihkan, tetapi juga menjaga skin barrier tetap kuat.

    Berikut panduan lengkap yang bisa kamu ikuti.

    Bersihkan Tanpa Mengupas Lapisan Pelindung Kulit

    Kulit berminyak cenderung terasa “licin” dan membuat kita ingin mencuci wajah berulang kali, bahkan menggunakan sabun yang keras. Padahal, itu justru membuat kulit kehilangan minyak alami dan memicu produksi sebum berlebihan sebagai bentuk pertahanan diri.

    Gunakan pembersih wajah lembut dengan pH seimbang. Pilih yang mengandung niacinamide untuk menenangkan kulit atau asam salisilat ringan untuk membersihkan pori. Bentuk gel atau foam ringan lebih nyaman untuk kulit sensitif. Cuci wajah maksimal dua kali sehari — pagi dan malam — agar tidak mengiritasi.

    Toner yang Menenangkan, Bukan Menyengat

    Banyak yang mengira toner itu “air ajaib” yang bisa langsung membuat kulit cerah. Faktanya, fungsi utamanya adalah menyeimbangkan pH kulit dan mempersiapkan wajah untuk menerima skincare berikutnya. Untuk kulit sensitif dan berminyak, carilah toner bebas alkohol tinggi, dengan kandungan hyaluronic acid atau niacinamide.

    Kalau ingin sekalian mengangkat sel kulit mati, gunakan toner dengan salicylic acid atau glycolic acid tapi cukup 1–2 kali seminggu. Ingat, untuk kulit sensitif, “lebih sedikit” sering kali berarti “lebih baik”.

    Serum: Senjata Utama untuk Perawatan Spesifik

    Serum adalah bagian yang paling “personal” dalam rutinitas skincare. Untuk kulit sensitif, niacinamide adalah bintang utama. Kandungan ini menenangkan kemerahan, membantu mengontrol minyak, dan memperbaiki tekstur kulit.

    Jika fokusmu adalah jerawat, pertimbangkan serum dengan salicylic acid dosis rendah untuk membersihkan pori dari dalam. Bagi yang ingin mempercepat regenerasi kulit, bisa mulai mencoba retinol ringan di malam hari, namun wajib dimulai perlahan dan disertai pelembap untuk mencegah iritasi.

    Pelembap: Wajib, Bukan Pilihan

    Salah satu kesalahan terbesar pemilik kulit berminyak adalah menganggap pelembap itu musuh. Faktanya, kulit yang kekurangan hidrasi justru memproduksi minyak lebih banyak.

    Gunakan pelembap non-comedogenic dengan tekstur ringan seperti gel atau lotion tanpa minyak tambahan. Pilih yang mengandung ceramide untuk memperkuat skin barrier dan hyaluronic acid untuk mengunci kelembapan.

    SPF: Perlindungan yang Tidak Boleh Absen

    Sunscreen adalah “payung” kulitmu dari bahaya sinar UV. Untuk kulit sensitif dan berminyak, pilihlah sunscreen oil-free, cepat meresap, dan tidak meninggalkan rasa lengket. Paparan sinar matahari bisa memperparah peradangan dan membuat bekas jerawat sulit memudar, jadi jangan hanya mengandalkan topi atau masker.

    Gunakan SPF setiap pagi, bahkan saat cuaca mendung atau kamu banyak berada di dalam ruangan.

    Urutan Pagi dan Malam yang Disarankan

    Rutinitas Pagi:

    • Pembersih lembut
    • Toner menenangkan
    • Serum niacinamide
    • Pelembap ringan

    Sunscreen

    Rutinitas Malam:

    • Pembersih (double cleansing jika memakai makeup atau sunscreen tebal)
    • Toner
    • Serum aktif (retinol atau salicylic acid rendah)

    Pelembap

    • Eksfoliasi ringan cukup 1–2 kali seminggu agar kulit tidak over-exfoliated.
    • Bahan Aktif yang Aman untuk Kulit Rentan
    • Niacinamide → Menenangkan, mengontrol minyak, memperbaiki tekstur kulit.
    • Ceramide → Memperkuat lapisan pelindung kulit.
    • Hyaluronic Acid → Menghidrasi tanpa membuat berminyak.
    • Salicylic Acid → Membersihkan pori dan membantu mengatasi jerawat.

    Gunakan bahan aktif ini secara bertahap. Jangan tergoda mencoba semuanya sekaligus.

    Kesalahan yang Harus Dihindari

    • Terlalu sering mencuci wajah → membuat kulit kering dan memproduksi minyak lebih banyak.
    • Menggunakan terlalu banyak produk aktif sekaligus → memicu iritasi dan memperparah masalah kulit.
    • Melupakan sunscreen → mempercepat penuaan dan memperparah bekas jerawat.
    • Gonta-ganti produk terlalu cepat → kulit butuh waktu untuk beradaptasi.

    Kesimpulan

    Merawat kulit sensitif, berminyak, dan rentan jerawat memang butuh kesabaran ekstra. Kuncinya ada pada tiga hal, pembersihan lembut, hidrasi cukup, dan perlindungan dari sinar matahari. Mulailah dengan rutinitas dasar, lalu perlahan tambahkan produk sesuai kebutuhan kulit.

    Ingat, skincare bukan soal cepat melihat hasil, tapi soal konsistensi jangka panjang. Kulit yang sehat dan seimbang adalah hasil dari perawatan yang sabar, lembut, dan tepat sasaran.

  • GIRLSBEAUTY. Bagi para pecinta skincare dan make-up, memilih produk bukan hanya soal warna, tekstur, atau kemasan yang cantik. Keamanan produk adalah prioritas utama. Di sinilah peran BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) menjadi sangat penting. Dengan mengecek nomor registrasi BPOM, kita bisa memastikan bahwa produk yang digunakan telah lolos uji keamanan dan layak dipakai sehari-hari.

    Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan langkah ini, padahal risiko memakai produk ilegal cukup serius mulai dari iritasi kulit, alergi, hingga kerusakan permanen. Jadi, sebelum mencoba serum baru atau lipstik keluaran terbaru, pastikan kamu tahu cara memeriksa legalitasnya.

    Mengapa Cek BPOM Itu Penting?

    BPOM berfungsi sebagai garda terdepan yang memastikan semua produk skincare, kosmetik, obat, hingga makanan yang beredar aman digunakan. Nomor registrasi BPOM adalah tanda bahwa produk telah melewati serangkaian pemeriksaan mulai dari kandungan bahan, proses produksi, hingga keamanan jangka panjang.

    Produk tanpa izin edar resmi atau menggunakan nomor BPOM palsu seringkali dibuat tanpa standar kebersihan atau mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, hidrokinon, atau pewarna sintetis berisiko tinggi. Efeknya tidak selalu langsung terlihat, tapi bisa menumpuk dan membahayakan kesehatan kulit maupun tubuh.

    Cara Mengecek BPOM dengan Mudah

    Sebenarnya, mengecek keaslian nomor BPOM tidaklah sulit. Ada beberapa cara praktis yang bisa dilakukan, baik melalui website resmi, aplikasi, hingga pemeriksaan manual pada kemasan.

    Menggunakan Situs Resmi BPOM

      Langkah paling klasik adalah melalui website cekbpom.pom.go.id. Berikut tahapannya:

      • Buka situs resmi tersebut melalui browser.
      • Masukkan nama produk atau nomor registrasi BPOM yang tertera di kemasan.
      • Klik tombol Cari.
      • Sistem akan menampilkan informasi lengkap mulai dari nama produk, perusahaan yang memproduksi, hingga status izinnya.

      Jika hasil pencarian tidak menampilkan data apapun, besar kemungkinan produk tersebut belum terdaftar atau menggunakan nomor palsu.

      Lewat Aplikasi BPOM Mobile

      Bagi yang ingin lebih praktis, unduh aplikasi BPOM Mobile di Play Store atau App Store. Fitur unggulannya adalah scan barcode atau QR code pada kemasan. Cukup arahkan kamera ke kode tersebut, dan data produk akan langsung muncul di layar.

      Jika kemasan tidak memiliki QR code, kamu bisa memasukkan nomor BPOM secara manual. Keunggulan aplikasi ini adalah informasinya selalu ter-update, sehingga kamu tidak perlu khawatir data sudah kadaluarsa.

      Metode “Cek KLIK” untuk Pemeriksaan Manual

      BPOM juga mengkampanyekan metode Cek KLIK untuk pemeriksaan sederhana:

      • K – Kemasan: Pastikan kemasan dalam kondisi baik, tidak rusak, bocor, atau terbuka.
      • L – Label: Periksa informasi pada label seperti komposisi, tanggal kedaluwarsa, dan nomor izin edar.
      • I – Izin Edar: Cek apakah nomor BPOM tertera dengan jelas dan valid.
      • K – Kedaluwarsa: Jangan gunakan produk yang sudah melewati masa pakai.

      Metode ini sangat membantu ketika sedang berbelanja langsung di toko dan ingin memastikan produk aman sebelum dibeli.

      Waspadai Produk Palsu

      Tidak sedikit produsen nakal yang memalsukan nomor BPOM atau meniru kemasan produk terkenal. Ciri-ciri produk mencurigakan biasanya meliputi:

      • Harga jauh lebih murah dari standar pasar.
      • Kemasan tampak murahan, tulisan kabur, atau stiker tidak rapi.
      • Aroma atau tekstur berbeda dari versi asli.
      • Menyebabkan reaksi kulit seperti gatal, panas, atau kemerahan.

      Jika menemukan tanda-tanda ini, sebaiknya hentikan penggunaan dan laporkan ke BPOM melalui situs atau aplikasi resminya.

      Apa yang Terjadi Jika Produk Tidak Terdaftar?

      Produk yang tidak memiliki izin BPOM berarti belum lolos uji keamanan. Kandungan di dalamnya bisa mengandung bahan terlarang yang berbahaya jika digunakan terus-menerus. Bahkan, beberapa kasus menunjukkan bahwa produk ilegal bisa menyebabkan kerusakan kulit permanen atau masalah kesehatan serius.

      BPOM memiliki wewenang untuk menarik produk berbahaya dari pasaran dan mengambil tindakan hukum terhadap produsen yang melanggar. Inilah alasan mengapa konsumen harus ikut berperan aktif dalam memeriksa dan melaporkan temuan produk mencurigakan.

      Tips Memilih Skincare & Kosmetik yang Aman

      Selain memeriksa BPOM, ada beberapa tips tambahan agar kamu terhindar dari produk abal-abal:

      • Beli di toko resmi atau distributor terpercaya – Hindari membeli dari penjual tanpa reputasi jelas.
      • Perhatikan review konsumen – Baca pengalaman pengguna lain, tetapi tetap verifikasi keaslian produk.
      • Jangan tergiur promosi berlebihan – Klaim hasil instan biasanya menandakan adanya bahan aktif dosis tinggi atau berbahaya.
      • Kenali jenis kulitmu – Produk yang aman secara umum tetap harus cocok dengan kondisi kulit masing-masing.

      Ringkasan Singkat

      • Situs Resmi BPOM: Buka cekbpom.pom.go.id → Masukkan nama/nomor → Klik Cari
      • Aplikasi BPOM Mobile: Scan QR/barcode atau input nomor → Lihat info resmi
      • Cek KLIK: Periksa Kemasan, Label, Izin Edar, Kedaluwarsa
      • Deteksi Produk Palsu: Waspadai harga miring, kemasan buruk, reaksi kulit aneh

      Penutup

      Kulit yang sehat dan cantik tidak hanya datang dari skincare mahal atau make-up tren terbaru. Keamanan produk yang digunakan adalah kuncinya. Dengan membiasakan diri memeriksa nomor BPOM, kamu melindungi diri dari risiko yang tidak terlihat tapi berbahaya.

      Jadi, sebelum mencoba produk baru, luangkan waktu sebentar untuk cek legalitasnya. Cantik boleh, tapi tetap harus aman.

    Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
    Mulai